Terimakasih untuk bu dosen yang sudah merekomendasikan mahasiswanya membaca Chicken Soup. Kisah-kisah yang dituliskan adalah kisah nyata dan sangat menyentuh. Ada bab yang paling takut untuk ku baca yakni bab tantangan kesehatan karena emang dari dulu suka nggak mau ngebayangin tentang orang yang sakit, suka gak tegaan.
Tapi pada siang ini, aku coba beranikan diri untuk membaca. Ya, aku membaca satu demi satu kisah. Setiap kisah membuat punggung dan kepalaku terbangun dari nyamannya kursi tempat bersandar. Aku kaget, dan menjadi sangat antusias untuk melanjutkan membaca guna mengetahui akhir kisahnya.
Betapa memang kita harus bersyukur atas setiap rahmat yang diberikan oleh Tuhan kita. Oleh Allah swt. Kaki yang bisa berjalan sendiri (tanpa alat bantu) ke tempat yang kita tuju, rasa sakit cubitan teman yang kita dapat rasakan (pertanda tubuh ini normal), waktu yang bisa digunakan untuk bermain (tidak untuk pergi ke RS), tangan dan jari-jari yang bisa mengambil benda yang kita ingin pegang, oksigen yang bisa dihirup bebas tanpa dibeli, punggung yang sehat sehingga bisa nyaman berbaring di tempat tidur, dsb tak dapat disebut satu-persatu semua anugerah dari Allah yang harus disyukuri sampai kapanpun karena sakiiiiiiing banyaknya. Maha suci Allah.
Kita benar-benar harus bersyukur. Benar-benar harus. Di luar sana, beberapa orang seketika hatinya terguncang mendengar kabar tentang kondisi kesehatannya. Malah sampai merasa mau pingsan. Kemudian menangisi kondisi mereka, mengasihani diri sendiri, mengasingkan dirinya dari teman-teman akrabnya, menutup cermin dengan kain karena tidak mau melihat tubuhnya sendiri, memikirkan dampak dari tindakan medis untuk kelanjutan hidupnya, merasa dirinya menjadi beban keluarga, dll.
Dalam beberapa kisah juga diceritakan bahwa mereka yang sakit, hidupnya dipenuhi rutinitas untuk menjaga kesehatan seperti olah raga dan selalu mengkonsumsi makanan sehat. Bahkan, ada yang sudah belajar ilmu gizi dan menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari namun tak disangka ia justru sakit. Betapa kagetnya ia.
Sakit, sehat, hidup, dan mati ada di tangan Tuhan. Di tangan Allah swt. Sebanyak apapun kita berusaha, kalau Allah tidak mengijinkan, tidak akan terjadi hasilnya. Tapi Allah pun juga meminta kita untuk berusaha.
Ketika suatu usaha malah menghasilkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan, bisa jadi hasil itu malah membuat hidup menjadi semakin hidup. Hidup menjadi selalu bersyukur, hidup menjadi selalu berusaha dan mengingat Tuhan. Mengingat Allah.
Allah telah mengirimkan penyakit kepada mereka-mereka yang sakit untuk dapat diambil hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah-kisah mereka. Mengajarkan manusia untuk tidak mengeluhkan hal-hal kecil dan hal-hal yang dianggapnya besar karena ternyata di luar sana ada lhoo orang-orang yang diberi cobaan besar yakni sakit berat namun bisa survive dan bisa menginspirasi banyak orang melalui semangatnya.
Mereka juga mengganti pemikiran-pemikiran negatif mereka menjadi pemikiran-pemikiran positif. Mereka tidak mau kalah dari penyakit. Melalui sakitnya, mereka malah mampu membantu banyak orang untuk bisa semangat dalam menjalani hidup.
Dalam bab ini, ada quote favoritku.
"Beberapa orang melihat ujung tanpa harapan, beberapa lainnya melihat harapan yang tak berujung".
Hmm jika bisa melihat harapan yang tak berujung, berarti bisa bersyukur tanpa batas.
Semoga bermanfaat. Semoga menambah rasa syukur kita kepada Tuhan kita, Allah swt.
Dan rendah hatilah, semua kegiatan semua prestasi yang bisa dilaksanakan yang bisa diraih itu bukan semata karena diri kita yang mampu berusaha. Tapi karena adanya ijin dari yang Maha Kuasa, ijin untuk kita berusaha ijin untuk kita melaksanakan kegiatan, ijin untuk kita meraih prestasi. Selalu ingat kuasa-Nya
Komentar
Posting Komentar