Setiap hari menata hati Berharap kelapangan semakin luas Agar maaf nyaman bersemayam di sana Menjadi pemaaf itu emang susah, butuh waktu dan energi Tapi kan hadiahnya juga besar Jadi bakal worth it :) Kalimat-kalimat di atas ditulis sendiri sebagai pengingat dan penenang. Membisiki diri kalau manusia itu pasti ga sempurna. Sewaktu-waktu bisa melakukan hal yang menurut kita kurang pas. Kita pun demikian dan bisa juga manusia melakukan kesalahan karena ketidaktahuannya. Jadi yasudah maafkan, pikirku. Apalagi jika sudah mencoba mengingatkannya. Namun untuk memaafkan ternyata tak semudah membalikkan tangan meski hati sudah meniatkannya. Perintah-perintah bijak dari otak belum sepenuhnya mampu membuat hati menjalankan niatnya dengan mulus. Ada saja hari-hari yang terkadang masih teringat akan hal itu, yang membuat hati jadi kurang nyaman. Kalau sudah begitu, maunya cepat-cepat lupa. Padahal memori itu akan selalu ada, tinggal bagaimana kita meresponnya. ...