Setiap hari menata hati
Berharap kelapangan semakin luas
Agar maaf nyaman bersemayam di sana
Menjadi pemaaf itu emang susah, butuh waktu dan energi
Tapi kan hadiahnya juga besar
Jadi bakal worth it :)
Kalimat-kalimat di atas ditulis sendiri sebagai pengingat dan penenang. Membisiki diri kalau manusia itu pasti ga sempurna. Sewaktu-waktu bisa melakukan hal yang menurut kita kurang pas. Kita pun demikian dan bisa juga manusia melakukan kesalahan karena ketidaktahuannya. Jadi yasudah maafkan, pikirku. Apalagi jika sudah mencoba mengingatkannya. Namun untuk memaafkan ternyata tak semudah membalikkan tangan meski hati sudah meniatkannya. Perintah-perintah bijak dari otak belum sepenuhnya mampu membuat hati menjalankan niatnya dengan mulus. Ada saja hari-hari yang terkadang masih teringat akan hal itu, yang membuat hati jadi kurang nyaman. Kalau sudah begitu, maunya cepat-cepat lupa. Padahal memori itu akan selalu ada, tinggal bagaimana kita meresponnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, aku ingat tentang konsep penerimaan. Apa-apa yang dirasa oleh hati, sebaiknya diterima dan disadari. Oh aku masih kesal, marah dan kecewa. Kemudian menerimanya dan menikmatinya tanpa perlu denial ataupun ingin buru-buru mengusirnya. Dengan begitu, emosi bisa lebih tenang dan terkontrol. Tidak cukup sampai di sana, untuk terus bisa melalui proses pemaafan ini aku sendiri butuh penguatan eksternal. Jadilah mendengarkan dan membaca topik-topik tentang pemaafan hehe. Ada bahasan tentang pemaafan yang paling membekas di aku, yakni kajiannya Ustad Hanan Attaqi, kurang lebih seperti ini;
"Nanti di Padang Mahsyar ada orang yang disidang oleh Allah. Dosanya banyak banget, amal sholehnya hampir engga ada. Sehingga Allah memerintahkan Malaikat yang mencatat amal untuk memeriksanya lagi dan lagi. Terus ketemu amal sholehnya satu; memaafkan orang lain. Dia bukan ahli ibadah, bukan apa-apa. Hanya saja punya amal sholeh lapang dada; memaafkan dan mendoakan kebaikan untuk orang yang berbuat salah padanya. Satu-satunya amal sholeh dia adalah gampang memaafkan orang lain. Sehingga kata Allah masukanlah ia ke surga. Sebagaimana dia memaafkan saudaranya, begitu juga Aku memaafkan semua kesalahan-kesalahannya."
"Balasan itu sesuai dengan jenis amal, kalau kita maafin orang lain, Allah akan maafin kita. Berkali-kali orang bersalah ke dia, berkali-kali dia maafin orang itu. Maka meski Allah melihat dosanya banyak tapi Allah lebih pemaaf. Memaafkan itu pahalanya luar biasa."
Kemudian disambung dengan kajian dari Ustad Nuzul Dzikri kurang lebih begini; "Memaafkan itu emang susah saudara, tapi kan hadiahnya juga besar. Kalau gampang, ga mungkin besar hadiahnya"
Mashaallah :') semoga kajian-kajian tersebut bisa terus memotivasi diri. Kadang terpikir kalau apa yang dirasain itu mungkin berlebihan, harusnya udah bisa plong. Tapi balik lagi, nikmatin aja dulu prosesnya nanti juga bakal tenang sendiri. Ini btw masih belajar ya jadi kalau suatu ketika ada hal yang keliru terkait dengan ini, feel free buat ingetin aku! xixi. Untuk hati yang sedang gundah, semoga lekas tenang juga ya..
Komentar
Posting Komentar